Tanggal 17 Agustus merupakan hari yang penuh makna dan suka cita bagi bangsa Indonesia, diseluruh penjuru Negeri masyarakat beramai-ramai merayakan peringatan Hari Kemerdekaan dan menghias setiap tempat dengan bendera merah putih. Bendera merah putih memang sarat akan sejarah bagi Bangsa Indonesia, namun tidak banyak yang tahu penggunaan warna bendera ini sempat mendapat penolakan dari Monaco.
Sebagai informasi, Monaco merupakan Negara di Benua Eropa yang mempunyai ciri khas bendera merah putih bahkan resmi sejak Tahun 1881, oleh sebab itulah ketika Indonesia merdeka di Tahun 1945 Monaco menolak dengan tegas untuk mengakui kedaulatan Negara Indonesia. Namun saat itu Pemerintah Indonesia memberikan pembelaan dengan bukti sejarah.

Dijelaskan pada naskah Negarakertagama yang merupakan naskah kuno milik Kerajaan Majapahit, bendera garis-garis warna merah putih merupakan panji dari Kerajaan Majapahit yang merupakan Kerajaan terbesar di Nusantara, bahkan dijelaskan secara gamblang bahwa pada masa itu kereta Kerajaan menggunakan ornamen dekorasi berwarna merah putih, kereta ini khusus digunakan oleh Raja Hayam Wuruk untuk lawatan ke seluruh penjuru Kerajaan Majapahit. Bahkan menurut Theodoor Gautier Thomas Pigeaud, seorang peneliti keturunan Belanda-Perancis yang mendalami Budaya dan Bahasa Jawa, kombinasi warna merah dan putih merupakan kombinasi warna yang sakral bagi masyarakat Jawa.
Selain naskah Negarakertagama, Prasasti Kudadu yang diresmikan pada 1294 sebelum masehi, juga menjelaskan mengenai sejarah merah putih. Menurut Boechari, Arkeolog dan Ahli Epigrafi Indonesia, Raden Wijaya (Raja Majapahit Pertama) yang pada masa itu masih menjabat sebagai petinggi Kerajaan Singosari, mendapat perintah untuk menghalau pemberontakan Pasukan Jayakatwang, namun Raden Wijaya berhasil dikalahkan dan kabur oleh pasukan yang membawa panji merah putih.
Bukti-bukti Sejarah inilah yang mendasari Indonesia memilih warna merah putih sebagai bendera Negara, warna yang sangat identik dengan Masyarakat dan Penguasaan Nusantara khususnya di Jawa pada masa itu, dan bukti-bukti Sejarah tersebutlah yang pada akhirnya membatalkan niat Monaco untuk menolak kedaulatan Indonesia, hingga sekarang hal yang membedakan bendera Indonesia dan Monaco hanyalah bentuk / lebarnya saja
(Dirangkum dari berbagai sumber oleh : Hendri J.)